Pembinaan usia dini menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan olahraga panahan di Indonesia. Melalui Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), program pembinaan dirancang untuk menjaring dan mengembangkan bakat sejak usia sekolah. Regenerasi atlet menjadi hal penting agar prestasi panahan nasional tetap terjaga secara berkelanjutan di masa depan.

Program pembinaan dimulai dari pengenalan dasar-dasar panahan di sekolah maupun klub olahraga. Anak-anak diajarkan teknik memegang busur, posisi tubuh yang benar, serta cara membidik dengan tepat. Dalam tahap ini, PERPANI memastikan metode latihan dilakukan secara aman dan sesuai dengan standar pelatihan. Pendekatan yang menyenangkan juga diterapkan agar anak-anak merasa nyaman dan termotivasi untuk terus berlatih.

Setelah melalui tahap dasar, atlet muda yang menunjukkan potensi akan diarahkan ke pembinaan lanjutan di tingkat daerah. persatuan panahan indonesia bekerja sama dengan pengurus daerah untuk mengadakan seleksi dan kejuaraan khusus kelompok umur. Kompetisi ini menjadi sarana evaluasi sekaligus pengalaman bertanding bagi atlet muda agar terbiasa dengan atmosfer pertandingan.

Selain pelatihan teknis, pembinaan usia dini juga mencakup pembentukan karakter dan mental bertanding. Nilai disiplin, sportivitas, serta kerja keras ditanamkan sejak awal agar atlet tidak hanya unggul dalam kemampuan, tetapi juga memiliki sikap profesional. Dukungan orang tua dan pelatih menjadi faktor penting dalam proses perkembangan ini.

Melalui program pembinaan yang terstruktur, PERPANI menunjukkan komitmennya dalam menciptakan regenerasi atlet panahan yang berkelanjutan. Dengan perhatian terhadap usia dini, masa depan panahan Indonesia diharapkan semakin cerah dan mampu melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang siap mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.